Pengasihan Asma Khadam


memanglah sangat mengasyikkan.
Akan tetapi tidaklah selamanya
asmara itu mengasyikkan, sebab di
dalam asmara pun ada bunga yang
berbau busuk. Ada gula yang
terasa empedu, ada khayalan yang
melambungkan dan kemudian
menghempaskan, ada impian yang
meninabobokan dan kemudian
membangunkan, ada cinta yang
merana, ada kasih yang tersisih,
ada debar-debar syahdu yang
kemudian menyayat bagaikan
sembilu dan masih banyak yang
lainnya.
Hanya saja yang menjadi
permasalahan bukan soal lari atau
menerima, melainkan bagaimana
caranya menggolkan asmara.
Supaya asmara dapat berbunga-
bunga dan terhindar dari
kegagalan. Asmara berarti cinta,
dan cinta bukan berarti harus
memiliki, inilah yang tidak kita
inginkan.
Oleh karena itu, di dalam urusan
asmara dan cinta pun kita tak bisa
lepas dari tangan Allah. Setelah
berupaya lahiriah, agaknya kita
pun perlu berupaya secara
rohaniah mengaharap ridho Allah
agar cinta bukan harus memiliki
berubah menjadi cinta berarti
harus memiki. Karena sepanjang
Allah menghendaki, maka tiada lagi
kekuatan yang mampu
menghalangi kehendak Illahi.
Di sini akan kami sajikan upaya
rohaniah agar cinta berarti harus
memiliki, yaitu laku rohaniah
dengan menggunakan Ilmu
Pengasihan Ayat dan Asma
Khadam. Ilmu pengasihan ini
apabila ayat-ayat dan nama-nama
khadam di bawah ini dibaca
sebanyak 41 kali, maka Insya Allah,
orang yang kita kehendaki akan
langsung jatuh cinta. Dan ilmu
pengasihan ini bisa dilakukan atau
dipelajari baik oleh pria maupun
wanita.
Inilah ayat-ayat dan nama-nama
khadam dalam Ilmu Pengasihan
Ayat dan Asnma Khadam yang
harus dibaca:
(Kamaa-in anzalnaahu minas-
samaa-i fakh-tala-tha
bihii nabaatul ar-dhi fa-ash-baha
hasyiiman
tadzruuhur riyaah) ya hagh-qal-
zaa-iil.
(Huwallaahul la-dzi laa ilaaha illaa
huwa’aalimul ghaibi wasy-
syahaadati huwar
rahmaanur rahiim) yaajagh-syak-
yaa-iil.
(Yaumul azifati i-dzil quluubu ladal
hajaajira
kaazhimiina malizh-zhalimiina min
hamiimiw
walaa syafii-‘iy yu-thaa’) yaa
ghadz-yaa-iil.
(‘Alimat nafsum maa ah-
dharatfalaa uqsimu
bil-khunnasil jawaaril kunnasi
wallaili
i-dzaa ‘as-‘asa wash-shubhi i-dza
tanaffa) ya wa’-zal-haa-iil.
(Shad wal-Qur’aani dzidz dzikri
balil ladziina
kafaruu fii’izzati wasyiqaq) ya
dzagh-sya’-yaa-ill
tawakkaluu ya khuddaana haa-
dzihil aayaati
wa-ayyuhas sayyidu mai-tha-
tharuuna bitahyiiji
qalbi… (sebut nama si dia) bin…
(bila si dia lelaki)/ binti… (bila si dia
wanita)… (sebut nama ibunya).
‘alaa mahabbatii wamawaddatii
aluuhan aluuhan
al’ajal al’ajal assaa’ah assaa’ah
‘alaa mulki
sulaimaanabni daawuuda
‘alaihimas salaamu bihaqqi
muhammadinil mush-thafaa shal-
lallaahu’alaihi .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: